Ceritanya hari ini tidur pagi (ya! Semaleman gak tidur!) karena Ambone tiba-tiba susah diajakin tidur.
Ya, wajar, sih. Aku lagi berlakuin tidur tanpa nen. Efeknya, si anak bayik ini jadi akting mulu sebelum tidur. Bakat jadi pemain drama 😜
Cara transisinya? Berdasarkan ilmu dari Pak Toge, perilaku anak itu pemicunya emosi sama strategi, udah dua itu. Kalo dia laper, ya, dikasih nen. Tapi, kalo niatnya strategi, contohnya dia cuma pengen nen buat seneng-seneng, cuekin.
Lebih lengkapnya ke sini, dong :
Akibatnya rada rumit, sih. Rumit di perasaan ibunya, yang susah nyuekin. Antara kasian dan khawatir omongan tetangga.
Lalu, terngiang kata-kata psikolog itu, “mau bemperin tetangga atau jadi fasilitas belajar Ambone?” 😌
Makanya, baru bisa bilang setelah lewat tengah siang,
Selamat menjalani hari baru!
Gpp, ya, karena kita bicara soal semangat pagi dan bukan menyambut terbit matahari itu.
Apa kegiatan kalian hari ini? Share di kolom komen, ya!
Udah lama aku pengen posting soal MPASI pertama buat Ambone, malah baru sekarang (setelah Ambone hampir 9 bulan!) aku baru posting.
Tapi, aku masih ingat ceritanya, seakan baru terjadi kemarin… Oke, abaikan!
Beberapa minggu sebelum hari H, aku pusing. Bukan pusing yang menyakitkan, malah bikin seneng. Lebih tepatnya, antusias soal MPASI Ambone.
Mau ngenalin apa dulu? Oats? Bubur nasi? Waktu zaman Tombo baru lahir, ada yang bilang, serealia bagus buat MPASI pertama. Ternyata, teori itu udah dibantah. Hmm…
Oke, berarti bisa pilih yang lain. Lalu, aku mulai pertimbangin, pilihan paling lumrah, paling normal, dan populer, pisang.
Masalahnya, Ambone punya masalah pencernaan. Bukan masalah, sih. Kalau anak-anak ASI, mereka kadang punya pola BAB yang variatif, antara terlalu sering (bisa 4-6x sehari) atau terlalu jarang (4 bahkan ada yang 10 hari sekali). Nah, Ambone termasuk yang kedua.
Sedangkan, pisang itu juga pilihan populer buat ngeredain diare, alias mengeraskan pup. Bahasan makanan digabung sama pup, cuma emak-emak yang bisa 🤣
Oke, aku beralih lagi. Salah satu yang tentunya jadi pertimbangan itu adalah gizi. Aku juga baru tahu, ternyata setelah 6 bulan, beberapa kandungan gizi di ASI berkurang (elaah kemana aja 8 tahun punya anak?)
Fenomena yang banyak terjadi di bayi usia di atas 6 bulan itu anemia. Karena zat besi adalah salah satu zat yang berkurang di ASI. Padahal, bukan cuma zat itu, tapi zat besi yang paling ditekankan.
Mau tahu kenapa? Tanya dokter spesialis anak aja ðŸ¤
Yang pasti, saking pentingnya, tahun 2011 itu masih disaranin bayi 4 bulan dikasih suplemen zat besi. Sekarang, sih, dsa biasanya cek zat besi dulu, karena kebanyakan zat besi juga bikin hemosiderosis, penumpukan zat besi di organ-organ tubuh.
Jadi, daripada mesti suplemen- suplemen segala, aku pertimbangin makanan yang tinggi zat besi. Daging sapi? Kacang-kacangan?
Begini rupanya harap-harap cemas, galau-galau seneng, cemas-antusias itu, ya?
Yang pasti, aku siapin serealianya sebelum hari H, karena serealia tahan lama. Aku beli rolled oats, beras cokelat, sama barley. Katanya, makanan-makanan ini tinggi zat besi, dan rupanya banyak gizinya, seperti mineral-mineral semacamnya.
Lalu, datanglah hari H! 🥳
Saking bingungnya, aku malah jadi kurang persiapan. Nah, orang pemales itu emang rata-rata reaksi ngadepin stresnya flight (kabur). Makanya, jadi gampang males. Alesan!
Tapi, karena ASI masih yang utama, makanya makanan buat bayi disebutnya pendamping ASI, akhirnya aku putusin ngasi apa aja yang ada di kulkas.
Kebetulan, suami baru aja beli seledri impor yang batangnya guedeee banget itu. Dan dia bilang dimakan gitu aja manis.
Yang kayak gini seledrinya.
Katanya juga…
Melansir dariMedical Health Today, seledri kaya akan vitamin A, K, dan C, folat, serat makanan, zat besi, kalsium, potassium, dan lainnya. (1)
Jadi…
Jadilah, MPASI pertama Ambone, seledri impor!
Dan rasanya, itu kayak titik balik, anti-klimaks dari kebingungan dan kegalauan.