Posted in Uncategorized

Menyiasati Mendung Pagi Hari

Hari ini dimulai dengan suasana mendung. Sayangnya, bukan cuaca yang mendung, tapi hatiku. Halaaah, basiii! 🤣

Tenang, aku gak mau curhat, kok. Cuma mau ngasi tips gimana cara menyiasati mendung di pagi hari (yang udah siang ini wkkk)

1. Olahraga.

Olahraga kecil dan sederhana itu bisa bangkitin mood. Apalagi karena olahraga bisa memproduksi hormon endorfin. Emang, sih, setiap kali aku abis jalan-jalan pagi, kena sinar matahari (yang katanya juga bikin semangat), biasanya bisa jadi mood booster.

Kalo males olahraga, biasanya aku tarik badanku buat ngelakuin sesuatu. Yang aku suka, tentunya (yang berhubungan dengan air) dan ini bisa bikin semangat lagi, bahkan buat melakukan rutinitas membosankan. Aku rasa, prinsipnya sama kayak olahraga.

2. Minum kopi

Ada yang bilang ini gak sehat, dan aku setuju, kalau kebanyakan dan kopi yang diminum kurang pas. Sebenernya jatah kopi secangkir sehari itu justru bagus buat kesehatan.

Tapiii…yg bagus itu kopi item, yang pait itu, lho. Gpp, sih, dikasih gula, tapi jangan banyak-banyak juga. Dan jangan lebih dari secangkir per hari, ya!

3. Nulis

Wah, ini, sih, buatku banget. Kalo udah nulis, biasanya semangat mau ngapa-ngapain. Kayak ada beban yang keluar, jadinya lega aja, gitu.

Tapiii (banyakan tapinya emang)…ini gak berlaku buat semua orang, jadi cari sendiri hobi yang pas buat buibu yang mau mulai aktivitas, ya!

Nah, tadinya mau ngucapin semangat pagi aja, jadi panjang, kan? Hehe…

Sebenernya ada banyak banget cara-cara lain, tapi kepanjangan kalo dibahas di satu postingan aja. Gimana kalo kita bahas di komen aja? 🤪

Posted in Uncategorized

Pagi Ini, Semua Harus Lebih Baik!

Pagi datang lagi. Dan aku sambut dengan ngantuk. Mari kita mulai dengan masak. Itupun kalo kantuk gak menarik balik ke tempat tidur. Haha…

Editnya kasar banget, ya 😭

Kenapa, sih, aku bikin MPASI di panci keramik? Kata ibu mertua, dan penjual yang mungkin aja promo barang, lebih sehat. Mari kita cek kebenarannya.

Gak banyak situs di Indonesia yang bahas ini. Tapi, aku nemu satu pendapat yang bilang gini :

Bahan keramik dan tanah liat (bahkan batu) telah digunakan sejak peradaban memasak dimulai. Meskipun cukup lama panas, bahan ini terbukti aman untuk kesehatan. Memasak menggunakan keramik atau tanah liat dapat mempertahankan nutrisi makanan lebih lama dibanding alat masak lain. Metode memasak dengan cara ini dikenal dengan sebutan ‘slow cooking’.(1)

Aku nyari juga dari situs berbahasa Inggris, kebanyakan bilang aman, selama gak pake cadmium. Katanya, sih, clay pot yang jadul yang suka pake kandungan beracun ini. Waduh, semoga yang punyaku gak ada kandungan cadmiumnya.

Ini sebagian kutipannya. Baca lebih lengkap di situsnya langsung, ya!

The FDA’s Center for Food Safety and Applied Nutrition consider ceramic, glass and enameled cookware to be safe. You should avoid using older enameled cookware, though, because it may contain cadmium. Cadmium is a toxic substance which is no longer used in the manufacture of cookware in the US. You should also be careful of glazed ceramic cookware from overseas, where the regulations for the inclusion of cadmium and lead in cookware may not be as stringent.(2)

Walah, bahkan peralatan memasak dasar aja perlu diwaspadai, ya. Memasak itu ternyata seni yang perlu pendalaman, terutama buat bayi. Bikin pusing 🤯

Keterangan :

(1) Sumber : https://www.google.com/amp/s/www.qorryagustin.com/single-post/2017/03/15/Jenis-Alat-Masak-dan-Hubungannya-Dengan-Kesehatan%3f_amp_

(2) Sumber : http://m.selfgrowth.com/?url=https%3A%2F%2Fwww.selfgrowth.com%2Farticles%2FDangerous_Cookware_-_How_It_Can_Affect_Your_Baby_s_Food.html&utm_referrer=#2873