Posted in Uncategorized

Mari Gerakkan Tagar Indonesia Berduka

Update blog terakhir : 14 September 2019!

Waktu itu cepet banget berlalu, ya. Tahu-tahu udah lewat 2 minggu sejak terakhir aku nulis di blog ini. Seirama dengan jalannya waktu, aku memperhatikan banyak banget yang lagi terjadi di Indonesia.

Berdasarkan yang aku tahu aja, nih :

Pertama. Karhutla.

Bencana asap di Riau dan Kalimantan. Aku lupa udah kejadian sejak kapan, kayaknya udah dari awal September ini. Dan sampai sekarang, walaupun titik-titik api dilaporkan udah berkurang, masih banyak yang masih terbakar dan kabut asap masih tebal.

Dari pengakuan temenku yang tinggal di Pekanbaru, itu asap sampe masuk ke dalam rumah. Untungnya, kemaren sempet turun hujan di Riau, jadi berkurang. Sekarang? Aku belom tahu.

Sekarang, para pelaku (perusahaan sawit dan pulp) lagi diusut dan empat udah dijadikan tersangka.

Tapi, terakhir kali mereka diadili, mereka bebas, jadi proses pengadilan ini mesti dikawal banget. WALHI, sih, tetap setia mengawal.

Kedua. Pengesahan RUU KUHP.

Pengesahan RUU KUHP. Katanya RUU KUHP ini udah digodok lama. Lima tahunan kalo gak salah. Alasannya, karena KUHP yang kita pake sekarang itu masih produk Belanda, jadi udah gak cocok diterapkan di zaman sekarang. Yup, aku setuju!

Tapi…

Pengesahan ini seakan-akan diburu-buru, gak tahu kenapa. Sosialisasi katanya udah dilakuin dan beberapa pihak ahli dan universitas-universitas udah diundang buat menggodok RUU KUHP ini. Anehnya, LBH malah menolak RUU KUHP, jadi berarti LBH gak diundang?

LBH, lho, LSM yang paling paham tentang masalah hukum di tengah-tengah rakyat, terutama rakyat kecil. Lengah, wakil rakyat!

Ketiga. Kontroversi RUU PKS.

Penolakan RUU PKS oleh… PKS sendiri. Aku jujur gak tahu soal pembuatan RUU PKS (udah lama sebenernya isunya), tapi banyak elemen masyarakat udah mendukung RUU ini, tapi partai Islami ini menolak. Kenapa?

Ada selentingan yang bilang UU Kekerasan Seksual udah diwakili dalam UU KUHP, jadi mereka merasa itu cukup. Sayangnya, masih banyak kekurangan dalam mewakili hak-hak korban. Denger-denger ini ngebuat tuntutan hukum pada pelaku kekerasan seksual gak bisa dilakukan dengan maksimal.

Dan banyak definisi-definisi kekerasan seksual yang belum diwadahi lewat UU KUHP yang berlaku.

Aku setuju banget RUU PKS ini disahkan!

Keempat. Pergerakan OAP.

Awalnya, ada aparat dan beberapa ormas yang menggerebek asrama Papua karena berita hoax tentang mahasiswa Papua ngebuang bendera merah putih ke got. Beneran hoax karena gak terbukti.

Pas lagi ngerebek, beberapa aparat dan ormas ngata-ngatain “monyet” ke mahasiswa Papua ini. Keselnya, aparat dan ormas ini gak pernah diusut. Gak heran kalo sebagian dari Orang Asli Papua (OAP) mau misah dari NKRI.

OAP sekarang lagi masif bergerak untuk referendum. Terakhir kali, daerah yang minta referendum itu Timor-Timur, yang ujung-ujungnya merdeka, dan sekarang jadi negara yang berdikari, bernama Timor Leste.

Ini yang bikin rakyat terpecah lagi. Ada yang gak mau Papua misahin diri dari NKRI, ada yang mendukung banget mereka untuk merdeka, melihat nasib mereka terlunta-lunta di bawah pemerintah Indonesia.

Kelima. Kekerasan Aparat.

Di antara yang lainnya, ini agak kurang membesar. Mungkin karena banyak hal lain yang menyita perhatian masyarakat. Salah satu kasusnya aparat yang memukuli petani yang berunjuk rasa.

Kalau gak salah, ini kasus perusahan tambang lawan petani yang gak mau lahannya diambil. Bahkan, ada aktivis yang ditangkap soal ini, namanya Budi Pego.

Entah gimana ini kelanjutan kasusnya. Tapi, akhir-akhir ini kayaknya aparat nyantai banget hidupnya. Entahlah.

Keenam. Gempa-gempa.

Dari yang kecil sampe yang gede. Dari Mataram sampe Banten. Sebenernya ini udah terjadi sejak 2018 lalu, yang bahkan menyebabkan anomali tsunami di Banten. Tapi, kupikir ini udah berhenti, eh, ternyata susul-menyusul.

Dan yang terbaru (baru aja kemaren), gempa Ambon dan ternyata ada korban jiwa. 😢

Turut berduka untuk Ambon.

Ketujuh. Unjuk Rasa Mahasiswa.

Wah, ini unjuk rasa mahasiswa yang terbesar sejak 1998. Kalo dilihat dari banyaknya masalah, siapa yang nyalahin mahasiswa jadi merasa perlu bergerak?

Sayangnya, seperti biasa, ada aja oknum yang manfaatin keadaan. Setelah jam 6 mereka pulang, oknum-oknum ini rusuh di belakang gedung DPR/MPR dan bakar-bakaran.

Ini juga diwarnai dengan kekerasan oleh aparat. Makin dibenci aja mereka sama rakyat. Apalagi, ada satu mahasiswa yang meninggal di Kendari, terkena peluru tajam. Satu lagi kena, tapi masih kritis. Dan banyak korban luka-luka.

Turut berduka kepada mahasiswa yang meninggal dan luka-luka selagi berjuang untuk rakyat,

Kedelapan. Penangkapan Aktivis.

Segera setelah unjuk rasa mahasiswa, ada dua aktivis yang ditangkep, yaitu Dandhy Dwi Laksono (pendiri watchdoc yang suka bikin film dokumenter, salah satunya “Sexykillers“) dan Ananda Badudu, anggota Banda Neira, kayaknya dia salah satu koordinator aksi, karena aktif ngurusin mahasiswa aksi.

Kalo Dandhy Dwi Laksono ditangkep gara-gara cuitannya soal Papua, Ananda Badudu ditangkep gara-gara mengalirkan dana ke mahasiswa. Aparat kita, kok, rusuh banget sekarang, ya?

Ujung-ujungnya mereka lepas, tapi berasanya seakan-akan kita lagi diancem buat gak beropini macem-macem tentang pemerintah.

Tapi, rakyat Indonesia udah maju, dong. Bebal mereka sekarang.

Kesembilan. STM Bergerak.

Lucunya, buatku, ini juga jadi kontroversi di tengah masyarakat Indonesia. Masih banyak yang nganggep mereka harusnya anteng di sekolahan. Ini aku gak setuju.

Anak setara STM/SMK/SMU itu, dalam ilmu psikologi, udah berada pada usia dewasa awal. Siapa yang bikin mereka jadi kanak-kanak? Ya, orang dewasa sekitar mereka yang gak sanggup membiarkan mereka jadi dewasa.

Yang lebih parah, banyak orang dewasa yang ngejek mereka gak tahu apa-apa. Padahal, ya, ini salah satu proses mereka untuk jadi dewasa.

Sayangnya, orang Indonesia mengkultuskan sekolah. Sekolah emang penting, tapi proses belajar ada di mana-mana, bukan cuma di satu tempat aja.

Wah, banyak banget yang lagi terjadi di Indonesia kita ini, ya. Selain ini, ada juga kasus kematian di daerah tambang yang ditanggapi tanpa empati sama sekali oleh salah satu menteri. Responnya cuma : orang tua harusnya ngawasin anak!

Sangat, sangat tidak simpatik dan bodoh.

Ada lagi yang kelewat? Kasih tahu aku di kolom komentar, ya! 😌

Posted in Uncategorized

Polemik KPAI versus PB Djarum dan Solusi buat Anak

Internet lagi heboh soal beberapa kasus, kayak kasus Papua, RUU-PKS, tapi yang paling berkaitan dengan blogku, gak lain dan gak bukan adalah kasus protes KPAI dan Yayasan Lentera Anak soal pembinaan olahraga bulu tangkis anak-anak oleh perusahaan rokok besar di Indonesia, yaitu PT.Djarum,tbk.

Liat pernyataan Yayasan Lentera Anak soal eksploitasi anak dengan klik fotonya

Siapa orang tua yang suka rokok? Hm…mungkin masih banyak, hehe… Tapi, siapa yang suka anaknya terpapar rokok? Jarang banget!

Walopun kemaren masih ada kasus orang tua viralin anaknya lagi ngerokok dan ngopi (jadi, ternyata ada juga orang tua model gini).

Di satu sisi, banyak pihak yang berpendapat ini bagus karena bisa ngelemahin industri rokok di Indonesia. Sebaliknya, masih banyak yang mendukung dengan alasan ini kegiatan yang udah terbukti positif. Udah 50 tahun kegiatan PB Djarum ini diadakan dan udah menghasilkan talenta-talenta yang bikin nama Indonesia harum di dunia internasional.

Lima puluh tahun!

Dan baru sekarang diprotes. Ini juga jadi pertanyaan orang-orang di mana-mana.

Bener gak, sih, ini termasuk ajang eksploitasi anak? Kalo menurutku, pertama, PT.Djarum gak punya wewenang atas anak-anak. Yang punya wewenang itu orang tua. Jadi, kalopun ada yang harus dituduh mengeksploitasi, ya, orang tua.

Kedua, rata-rata atlet besar memang dididiknya dari kecil. Kayak Casey Stoner, yang udah ikut race di usia 4 tahun. Ronaldinho gabung di Grêmio dari usia 7 tahun. Sekolah sepak bola juga banyak yang nerima bibit-bibit semuda ini.

Berangkat ke masalah kedua: gara-gara dianggap ajang promosi rokok. Ternyata, maksudnya itu mengeksploitasi anak untuk membesarkan namanya.

Buatku ini naif banget, sih. Kita udah tau budaya merokok di Indonesia itu gimana. Di deket rumah berkali-kali aku lihat anak kecil disuruh (?) orang tuanya beli rokok. Penjaga warung dengan enteng jualin rokok ke anak SMA.

Ibaratnya, udahlah budaya merokok ini udah merusak anak-anak di banyak level, satu-satunya kebaikan yang bisa kita dapet dari industri rokok diambil pula. Melarat kita, nih.

Klik foto untuk lihat berita “KPAI Bantah Enggan Cari Solusi soal Audisi PB Djarum.”

Kesimpulannya, pemerintah harusnya beresin soal rokok itu ke akar-akarnya. Perketat regulasi soal rokok dan penjualannya. Kayak di luar negeri, kalo mau beli rokok, tunjukin KTP.

Perlemah industri rokoknya juga gak bikin masalah selesai. Pemerintah harus bisa menggelontorkan dana besar untuk pembinaan bibit-bibit unggul ini. Atau, pemerintah dorong investasi (dalam negeri ajalah, ya, biar ekonominya muter di dalem negeri juga) buat ngebesarin industri lain dengan syarat CSR untuk anak-anak.

Kalo gak, ya, percuma event-event rokok dibubarkan. Gimana dengan pendapat buibu cerdas di sini? Share di kolom komentar, ya! 😉

Posted in Uncategorized

#6 Jangan Gengsi Nyari Bala Bantuan

Dari tadi pagi, pengen posting tulisan untuk ngucapin selamat pagi, eh ketunda lagi. Lagi rusuh, sih, di rumah. Blog aja udah 7 hari gak dipantau.

Ada beberapa masalah di rumahku, yang paling vital adalah kebersihan 🤧

Alesannya, karena aku udah keburu cape ngurus anak. Satu alasan lagi, bisa baca di postingan yang ini : Ecobrick : Memperkenalkan Anak pada Daur Ulang Sampah.

Udahlah aku pada dasarnya pemales kurang stamina buat beberes rumah, nambah bayi lagi. Lengkap sudah.

Buat aku yang nyantai, kasus ini bisa ditangani dengan maen game dan ngopi bentar, biarin aja dulu rumah berantakan. Tapi, buibu suka ada yang perfeksionis, rumah mesti rapih, biarpun ada krucil yang berantakin.

Kebersihan itu penting banget! Setuju! Tapi, kesehatan mental penting juga, lho. Jadi, tetep inget buat jaga kebersihan mental, selain kebersihan lahiriah, ya.

Caranya, dengan tahu sampe mana kapabilitas kita dalam ngelakuin sesuatu. Kalo udah capek, saatnya istirahat dan biarin orang ngebantu kalian.

Kalo udah gini, go-life (lebih tepatnya, go-clean) membantu banget (halah, promo. Sayang kaga dibayar hehe).

Ini mas-masnya keren juga. Rak bawah wastafel jadi rapi banget. Dan mau bersih-bersih yang lain walopun waktunya udah abis.

Pagi ini, aku akhirnya manggil go-clean, khusus buat bersihin rak bawah wastafel yang udah gak tersentuh berbulan-bulan 🤭

Tolong abaikan cangkul yang nongol di situ 🤣

Dan sekarang, rapi banget! Keresahanku berkurang satu, syukurlah!

Posted in Uncategorized

Tujuhbelas Agustus Tahun ’45

Tujuhbelas Agustus tahun ’45…

Itulah hari kemerdekaan kita…

Pasti pada tahu lagu itu, terutama yang SD-nya tahun 90’an. Maklum, ya, kita diajarin buat jadi nasionalis. Niatnya buat tunduk sama pemerintah, tuh. Hoho…

Tujuh puluh empat tahun dari proklamasi dibacain, kita sekarang di sini, bebas dari penjajahan terbuka, baik dari kulit putih dan kulit cokelat. Kalo penjajahan terselubung, sih…

Bagaimana dengan diri kita? Apa sudah bebas dari penjajahan ekspektasi oleh kehendak diri sendiri? 😉

Posted in Uncategorized

Imunisasi Terlambat, Gimana, Ya?

Hari ini Ambone udah masuk usia 9 bulan, tepatnya 11 hari yang lalu. Pas usia segini, jadwal imunisasi campak dimulai.

Lagi di sini

FYI, aku punya kakak satu-satunya, yang kebetulan dsa. Beruntung gak, sih? Double beruntung, pas aku pindah ke Depok (tadinya Bekasi), eh kakakku keterima pula jadi fulltimer di RS Hermina Depok (padahal rumahnya di Jakarta).

Jadi, aku kadang-kadang manfaatin kesempatan buat minta tolong, termasuk soal imunisasi ini 🙈

Promo kakakku dulu, ya. Namanya dr.Awidiya Afiati, Spa. Dia aktif praktik di poliklinik anak senin s/d sabtu di RS Hermina Depok, trus praktik juga di Klinik Bahar Medika di Depok, seberang Trans Mart, tuh (tapi gak tau jadwalnya). Satu lagi ada, tapi aku lupa nama kliniknya 😅

Belom bisa ngasi medsosnya, karena belom atas izin dia haha.

Nah, aku, kan, buat anak kedua ini, pengen banget imunisasinya lengkap. Anak pertama cuma yang wajib karena ekonomi masih belom stabil waktu itu.

Nah, karena satu dan lain hal, aku juga nunda ngasi PCV, soalnya emang masih ada kesempatan sampe berapa bulan gitu. Gak kayak rotavirus, sekali telat, udah gak bisa. Gak jadi lengkap, deh, karena rotavirus kelewat! 😭

Catatan : Untuk Rotavirus, harus tepat waktu. Kalo lewat dari waktunya, udah gak bisa lagi!

Nah, itu biaya PCV yang aku dapet dari link ini : criminovelistdiary.wordpress.com (klik foto buat langsung ke blognya)

Yang dari RS Hermina Depok malah belom punya, soalnya selama ini sama kakak, ya, gak bayar, dong 🙈

Terima kasih, kakakku, dr. Awid! 🥰

Intinya, sih, emang mesti cek-cek terus rekomendasi IDAI soal imunisasi.

Sumber gambar : id.theasianparent.com. Klik foto untuk ngunjungin situsnya langsung.

Nah, IDAI udah ngasi-ngasi warna, tuh. Warna-warna ini juga perlu dipahami.

Hijau : Optimal.

Kuning : Boleh tetep dilakukan, walaupun terlambat.

Biru : Booster alias tambahan.

Pink : Daerah endemis, kalo gak di daerah itu artinya gak perlu vaksin.

Kalo bagian putih, ya, artinya belom perlu atau udah gak perlu lagi vaksin.

Perhatiin banget, nih, jangan sampe ceroboh kayak aku. Jadi gak lengkap, deh, vaksin buat Ambone.

Ide dan realita bisa berseberangan (lagi). Nulis hari Kamis, baru bisa dipublish hari Jum’at. Ya sudahlah…😅

Posted in Uncategorized

Jalan-jalan Pagi, Yuk!

Ceritanya, beberapa hari ini tidur lagi pada gak bener, kan. Baru tidur Shubuh, bangun siang hari. Termasuk, nih, di bayi kalong.

Tepatnya, semua anggota keluarga ini kalong. Haha…

Nah, cara paling efektif buat nuntasin kebiasaan gak sehat ini menurutku ada dua:

Bangun pagi. Ada penelitian yang menyebutkan orang yang tidur cepet dan bangun lebih pagi itu lebih bahagia (tentunya ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kebahagiaan, ya).

Olahraga. Nah, olahraga ini juga bisa ngelepasin hormon endorfin, yang bikin kita semangat ngejalanin hari. Efek lainnya, energi kita terkuras dan jadi lebih cepet tidur, deh, di malem hari.

Jadi, jalan-jalan pagi, yuk, biar seger!

Update :

Ide dan realita itu kadang gak sejalan. Gak jadi, dong, jalan2 paginya haha…

Posted in Uncategorized

Menyiasati Mendung Pagi Hari

Hari ini dimulai dengan suasana mendung. Sayangnya, bukan cuaca yang mendung, tapi hatiku. Halaaah, basiii! 🤣

Tenang, aku gak mau curhat, kok. Cuma mau ngasi tips gimana cara menyiasati mendung di pagi hari (yang udah siang ini wkkk)

1. Olahraga.

Olahraga kecil dan sederhana itu bisa bangkitin mood. Apalagi karena olahraga bisa memproduksi hormon endorfin. Emang, sih, setiap kali aku abis jalan-jalan pagi, kena sinar matahari (yang katanya juga bikin semangat), biasanya bisa jadi mood booster.

Kalo males olahraga, biasanya aku tarik badanku buat ngelakuin sesuatu. Yang aku suka, tentunya (yang berhubungan dengan air) dan ini bisa bikin semangat lagi, bahkan buat melakukan rutinitas membosankan. Aku rasa, prinsipnya sama kayak olahraga.

2. Minum kopi

Ada yang bilang ini gak sehat, dan aku setuju, kalau kebanyakan dan kopi yang diminum kurang pas. Sebenernya jatah kopi secangkir sehari itu justru bagus buat kesehatan.

Tapiii…yg bagus itu kopi item, yang pait itu, lho. Gpp, sih, dikasih gula, tapi jangan banyak-banyak juga. Dan jangan lebih dari secangkir per hari, ya!

3. Nulis

Wah, ini, sih, buatku banget. Kalo udah nulis, biasanya semangat mau ngapa-ngapain. Kayak ada beban yang keluar, jadinya lega aja, gitu.

Tapiii (banyakan tapinya emang)…ini gak berlaku buat semua orang, jadi cari sendiri hobi yang pas buat buibu yang mau mulai aktivitas, ya!

Nah, tadinya mau ngucapin semangat pagi aja, jadi panjang, kan? Hehe…

Sebenernya ada banyak banget cara-cara lain, tapi kepanjangan kalo dibahas di satu postingan aja. Gimana kalo kita bahas di komen aja? 🤪

Posted in Uncategorized

Pagi Ini, Semua Harus Lebih Baik!

Pagi datang lagi. Dan aku sambut dengan ngantuk. Mari kita mulai dengan masak. Itupun kalo kantuk gak menarik balik ke tempat tidur. Haha…

Editnya kasar banget, ya 😭

Kenapa, sih, aku bikin MPASI di panci keramik? Kata ibu mertua, dan penjual yang mungkin aja promo barang, lebih sehat. Mari kita cek kebenarannya.

Gak banyak situs di Indonesia yang bahas ini. Tapi, aku nemu satu pendapat yang bilang gini :

Bahan keramik dan tanah liat (bahkan batu) telah digunakan sejak peradaban memasak dimulai. Meskipun cukup lama panas, bahan ini terbukti aman untuk kesehatan. Memasak menggunakan keramik atau tanah liat dapat mempertahankan nutrisi makanan lebih lama dibanding alat masak lain. Metode memasak dengan cara ini dikenal dengan sebutan ‘slow cooking’.(1)

Aku nyari juga dari situs berbahasa Inggris, kebanyakan bilang aman, selama gak pake cadmium. Katanya, sih, clay pot yang jadul yang suka pake kandungan beracun ini. Waduh, semoga yang punyaku gak ada kandungan cadmiumnya.

Ini sebagian kutipannya. Baca lebih lengkap di situsnya langsung, ya!

The FDA’s Center for Food Safety and Applied Nutrition consider ceramic, glass and enameled cookware to be safe. You should avoid using older enameled cookware, though, because it may contain cadmium. Cadmium is a toxic substance which is no longer used in the manufacture of cookware in the US. You should also be careful of glazed ceramic cookware from overseas, where the regulations for the inclusion of cadmium and lead in cookware may not be as stringent.(2)

Walah, bahkan peralatan memasak dasar aja perlu diwaspadai, ya. Memasak itu ternyata seni yang perlu pendalaman, terutama buat bayi. Bikin pusing 🤯

Keterangan :

(1) Sumber : https://www.google.com/amp/s/www.qorryagustin.com/single-post/2017/03/15/Jenis-Alat-Masak-dan-Hubungannya-Dengan-Kesehatan%3f_amp_

(2) Sumber : http://m.selfgrowth.com/?url=https%3A%2F%2Fwww.selfgrowth.com%2Farticles%2FDangerous_Cookware_-_How_It_Can_Affect_Your_Baby_s_Food.html&utm_referrer=#2873

Posted in Uncategorized

Semangat Pagi di Siang Hari!

Ceritanya hari ini tidur pagi (ya! Semaleman gak tidur!) karena Ambone tiba-tiba susah diajakin tidur.

Ya, wajar, sih. Aku lagi berlakuin tidur tanpa nen. Efeknya, si anak bayik ini jadi akting mulu sebelum tidur. Bakat jadi pemain drama 😜

Cara transisinya? Berdasarkan ilmu dari Pak Toge, perilaku anak itu pemicunya emosi sama strategi, udah dua itu. Kalo dia laper, ya, dikasih nen. Tapi, kalo niatnya strategi, contohnya dia cuma pengen nen buat seneng-seneng, cuekin.

Lebih lengkapnya ke sini, dong :

Akibatnya rada rumit, sih. Rumit di perasaan ibunya, yang susah nyuekin. Antara kasian dan khawatir omongan tetangga.

Lalu, terngiang kata-kata psikolog itu, “mau bemperin tetangga atau jadi fasilitas belajar Ambone?” 😌

Makanya, baru bisa bilang setelah lewat tengah siang,

Selamat menjalani hari baru!

Gpp, ya, karena kita bicara soal semangat pagi dan bukan menyambut terbit matahari itu.

Apa kegiatan kalian hari ini? Share di kolom komen, ya!

Posted in Uncategorized

MPASI buat Ambone

Udah lama aku pengen posting soal MPASI pertama buat Ambone, malah baru sekarang (setelah Ambone hampir 9 bulan!) aku baru posting.

Tapi, aku masih ingat ceritanya, seakan baru terjadi kemarin… Oke, abaikan!

Beberapa minggu sebelum hari H, aku pusing. Bukan pusing yang menyakitkan, malah bikin seneng. Lebih tepatnya, antusias soal MPASI Ambone.

Mau ngenalin apa dulu? Oats? Bubur nasi? Waktu zaman Tombo baru lahir, ada yang bilang, serealia bagus buat MPASI pertama. Ternyata, teori itu udah dibantah. Hmm…

Oke, berarti bisa pilih yang lain. Lalu, aku mulai pertimbangin, pilihan paling lumrah, paling normal, dan populer, pisang.

Masalahnya, Ambone punya masalah pencernaan. Bukan masalah, sih. Kalau anak-anak ASI, mereka kadang punya pola BAB yang variatif, antara terlalu sering (bisa 4-6x sehari) atau terlalu jarang (4 bahkan ada yang 10 hari sekali). Nah, Ambone termasuk yang kedua.

Sedangkan, pisang itu juga pilihan populer buat ngeredain diare, alias mengeraskan pup. Bahasan makanan digabung sama pup, cuma emak-emak yang bisa 🤣

Oke, aku beralih lagi. Salah satu yang tentunya jadi pertimbangan itu adalah gizi. Aku juga baru tahu, ternyata setelah 6 bulan, beberapa kandungan gizi di ASI berkurang (elaah kemana aja 8 tahun punya anak?)

Fenomena yang banyak terjadi di bayi usia di atas 6 bulan itu anemia. Karena zat besi adalah salah satu zat yang berkurang di ASI. Padahal, bukan cuma zat itu, tapi zat besi yang paling ditekankan.

Mau tahu kenapa? Tanya dokter spesialis anak aja 🤭

Yang pasti, saking pentingnya, tahun 2011 itu masih disaranin bayi 4 bulan dikasih suplemen zat besi. Sekarang, sih, dsa biasanya cek zat besi dulu, karena kebanyakan zat besi juga bikin hemosiderosis, penumpukan zat besi di organ-organ tubuh.

Jadi, daripada mesti suplemen- suplemen segala, aku pertimbangin makanan yang tinggi zat besi. Daging sapi? Kacang-kacangan?

Begini rupanya harap-harap cemas, galau-galau seneng, cemas-antusias itu, ya?

Yang pasti, aku siapin serealianya sebelum hari H, karena serealia tahan lama. Aku beli rolled oats, beras cokelat, sama barley. Katanya, makanan-makanan ini tinggi zat besi, dan rupanya banyak gizinya, seperti mineral-mineral semacamnya.

Lalu, datanglah hari H! 🥳

Saking bingungnya, aku malah jadi kurang persiapan. Nah, orang pemales itu emang rata-rata reaksi ngadepin stresnya flight (kabur). Makanya, jadi gampang males. Alesan!

Tapi, karena ASI masih yang utama, makanya makanan buat bayi disebutnya pendamping ASI, akhirnya aku putusin ngasi apa aja yang ada di kulkas.

Kebetulan, suami baru aja beli seledri impor yang batangnya guedeee banget itu. Dan dia bilang dimakan gitu aja manis.

Yang kayak gini seledrinya.

Katanya juga…

Melansir dari Medical Health Today, seledri kaya akan vitamin A, K, dan C, folat, serat makanan, zat besi, kalsium, potassium, dan lainnya. (1)

Jadi…

Jadilah, MPASI pertama Ambone, seledri impor!

Dan rasanya, itu kayak titik balik, anti-klimaks dari kebingungan dan kegalauan.

Yeeey! Mbonye udah makan MPASI pertama!


Keterangan :

Sumber foto : https://m.liputan6.com/citizen6/read/3644717/minum-jus-seledri-dengan-perut-kosong-ini-manfaatnya-bagi-tubuh-anda