Posted in Uncategorized

Polemik KPAI versus PB Djarum dan Solusi buat Anak

Internet lagi heboh soal beberapa kasus, kayak kasus Papua, RUU-PKS, tapi yang paling berkaitan dengan blogku, gak lain dan gak bukan adalah kasus protes KPAI dan Yayasan Lentera Anak soal pembinaan olahraga bulu tangkis anak-anak oleh perusahaan rokok besar di Indonesia, yaitu PT.Djarum,tbk.

Liat pernyataan Yayasan Lentera Anak soal eksploitasi anak dengan klik fotonya

Siapa orang tua yang suka rokok? Hm…mungkin masih banyak, hehe… Tapi, siapa yang suka anaknya terpapar rokok? Jarang banget!

Walopun kemaren masih ada kasus orang tua viralin anaknya lagi ngerokok dan ngopi (jadi, ternyata ada juga orang tua model gini).

Di satu sisi, banyak pihak yang berpendapat ini bagus karena bisa ngelemahin industri rokok di Indonesia. Sebaliknya, masih banyak yang mendukung dengan alasan ini kegiatan yang udah terbukti positif. Udah 50 tahun kegiatan PB Djarum ini diadakan dan udah menghasilkan talenta-talenta yang bikin nama Indonesia harum di dunia internasional.

Lima puluh tahun!

Dan baru sekarang diprotes. Ini juga jadi pertanyaan orang-orang di mana-mana.

Bener gak, sih, ini termasuk ajang eksploitasi anak? Kalo menurutku, pertama, PT.Djarum gak punya wewenang atas anak-anak. Yang punya wewenang itu orang tua. Jadi, kalopun ada yang harus dituduh mengeksploitasi, ya, orang tua.

Kedua, rata-rata atlet besar memang dididiknya dari kecil. Kayak Casey Stoner, yang udah ikut race di usia 4 tahun. Ronaldinho gabung di Grêmio dari usia 7 tahun. Sekolah sepak bola juga banyak yang nerima bibit-bibit semuda ini.

Berangkat ke masalah kedua: gara-gara dianggap ajang promosi rokok. Ternyata, maksudnya itu mengeksploitasi anak untuk membesarkan namanya.

Buatku ini naif banget, sih. Kita udah tau budaya merokok di Indonesia itu gimana. Di deket rumah berkali-kali aku lihat anak kecil disuruh (?) orang tuanya beli rokok. Penjaga warung dengan enteng jualin rokok ke anak SMA.

Ibaratnya, udahlah budaya merokok ini udah merusak anak-anak di banyak level, satu-satunya kebaikan yang bisa kita dapet dari industri rokok diambil pula. Melarat kita, nih.

Klik foto untuk lihat berita “KPAI Bantah Enggan Cari Solusi soal Audisi PB Djarum.”

Kesimpulannya, pemerintah harusnya beresin soal rokok itu ke akar-akarnya. Perketat regulasi soal rokok dan penjualannya. Kayak di luar negeri, kalo mau beli rokok, tunjukin KTP.

Perlemah industri rokoknya juga gak bikin masalah selesai. Pemerintah harus bisa menggelontorkan dana besar untuk pembinaan bibit-bibit unggul ini. Atau, pemerintah dorong investasi (dalam negeri ajalah, ya, biar ekonominya muter di dalem negeri juga) buat ngebesarin industri lain dengan syarat CSR untuk anak-anak.

Kalo gak, ya, percuma event-event rokok dibubarkan. Gimana dengan pendapat buibu cerdas di sini? Share di kolom komentar, ya! 😉