Posted in Gizi

Teori-teori MPASI yang Njlimet

Tau apa itu stunting? Jujur, setelah 8 tahun punya anak, aku baru denger soal ini. Payah, ya!

Stunting, singkatnya, terlambatnya pertumbuhan anak, jadi anak keliatan lebih kecil dibanding anak seusianya.

Nah, kayaknya gara-gara ini juga teori-teori tentang MPASI juga jadi berkembang.

Aku punya anak pertama sekitar tahun 2011. Seingetku dulu, orang-orang kalau bikin MPASI, yang penting sehat dan tanpa gula-garam. Bisa juga karena aku kurang aktif nyari tau soal MPASI, sih.

Sekarang ini, tahun 2019, teori-teori soal MPASI udah banyak banget. Ditambah dengan kekhawatiran stunting, makin gencarlah ibu-ibu dengan program MPASI-nya. Yang paling populer di Indonesia adalah menu 4 bintang dari WHO.

Sederhana. Empat bintang itu terdiri dari :

1. Karbohidrat

2. Protein Hewani

3. Protein Nabati

4. Sayur

Lebih lengkapnya, aku dapet dari kutipan Dr. dr. Conny Tanjung, Sp.A(K), di Tempo.co :

Menu 4 bintang mestinya mengandung karbohidrat, protein hewani maupun nabati, bahan pangan yang mengandung susu, kacang-kacangan, buah, sayur, serta lemak. (1)

Lah, malah banyak banget, lebih dari 4 bintang 😂

Waduh, aku kurang sering ngasi yang kacang-kacangan ke Ambone. Nulis ternyata juga bisa jadi pengingat buat diri sendiri, ya.

Ini sedikit bertentangan sama teori menu tunggal. Apa lagi coba itu? Menu tunggal itu maksudnya ngasi 1 jenis makanan ke bayi yang baru makan makanan padat selama 4 hari berturut-turut sebelum ngenalin makanan yang lain. Fungsinya juga penting banget : biar lebih mudah buat deteksi alergi.

Kalo sama dsa Ambone, Eyang Wati, sih, aku diomelin, “merah dikit dianggap alergi makanan, padahal alergi itu jarang dari makanan.” Ya, mana kutau, Eyaaang…😅

Setauku, sih, emang kalo ada reaksi alergi dari makanan, itu pas awal-awal ngasi aja. Biasanya, kalo kita cobain lagi, udah gak timbul lagi reaksinya. Atau bisa juga tubuh udah beradaptasi, jadi gak alergi lagi.

Nah, kalo kasus kayak gini, kata temenku, bukan alergi, tapi cuma intolerasi. Duh, banyak banget istilah-istilahnya. Intinya, cari dsa yang cocok buat ibu dan anak, trus konsul aja ke mereka kalo ada apa-apa (jangan konsul ke blog, ya, apalagi yang gratisan kayak gini haha)

Ok, soal menu tunggal ini, kan, artinya agak bahaya buat pemenuhan mikro-nutrien buat bayi. Tapi, deteksi alergi, kan, penting juga. Ini yang bikin aku muter-muter lagi nyari teori lain.

Akhirnya, dari situs-situs MPASI di Amrik, disebutkanlah, 4 days rule. Kalo di teori ini, untuk 4 hari pertama bayi makan makanan padat, emang mesti satu jenis aja. Tapi, setelah 4 hari, kita bisa ngenalin makanan baru dengan gabungin yang baru sama makanan yang lama (asal terbukti aman).

Nah, 4 days rule jauh lebih masuk akal buatku. Jadi, mikro-nutrien terpenuhi, tapi deteksi alergi juga bisa. Sampe sekarang, aku pake prinsip ini. Sembari, aku tetep jalanin yang menu 4 bintang.

Itu aja masih agak keteter buat anak nyoba makanan yang baru. Gpplah, kan, prinsipnya sehat, bukan nyicip-nyicipnya. Iya, gak, sih?

Share menu MPASI kalian di komen, yuk!

Keterangan :

(1)

Sumber : https://gaya.tempo.co/amp/1173930/jangan-salah-ini-aturan-menu-4-bintang-mpasi

Posted in Uncategorized

Pagi Ini, Semua Harus Lebih Baik!

Pagi datang lagi. Dan aku sambut dengan ngantuk. Mari kita mulai dengan masak. Itupun kalo kantuk gak menarik balik ke tempat tidur. Haha…

Editnya kasar banget, ya 😭

Kenapa, sih, aku bikin MPASI di panci keramik? Kata ibu mertua, dan penjual yang mungkin aja promo barang, lebih sehat. Mari kita cek kebenarannya.

Gak banyak situs di Indonesia yang bahas ini. Tapi, aku nemu satu pendapat yang bilang gini :

Bahan keramik dan tanah liat (bahkan batu) telah digunakan sejak peradaban memasak dimulai. Meskipun cukup lama panas, bahan ini terbukti aman untuk kesehatan. Memasak menggunakan keramik atau tanah liat dapat mempertahankan nutrisi makanan lebih lama dibanding alat masak lain. Metode memasak dengan cara ini dikenal dengan sebutan ‘slow cooking’.(1)

Aku nyari juga dari situs berbahasa Inggris, kebanyakan bilang aman, selama gak pake cadmium. Katanya, sih, clay pot yang jadul yang suka pake kandungan beracun ini. Waduh, semoga yang punyaku gak ada kandungan cadmiumnya.

Ini sebagian kutipannya. Baca lebih lengkap di situsnya langsung, ya!

The FDA’s Center for Food Safety and Applied Nutrition consider ceramic, glass and enameled cookware to be safe. You should avoid using older enameled cookware, though, because it may contain cadmium. Cadmium is a toxic substance which is no longer used in the manufacture of cookware in the US. You should also be careful of glazed ceramic cookware from overseas, where the regulations for the inclusion of cadmium and lead in cookware may not be as stringent.(2)

Walah, bahkan peralatan memasak dasar aja perlu diwaspadai, ya. Memasak itu ternyata seni yang perlu pendalaman, terutama buat bayi. Bikin pusing 🤯

Keterangan :

(1) Sumber : https://www.google.com/amp/s/www.qorryagustin.com/single-post/2017/03/15/Jenis-Alat-Masak-dan-Hubungannya-Dengan-Kesehatan%3f_amp_

(2) Sumber : http://m.selfgrowth.com/?url=https%3A%2F%2Fwww.selfgrowth.com%2Farticles%2FDangerous_Cookware_-_How_It_Can_Affect_Your_Baby_s_Food.html&utm_referrer=#2873

Posted in Uncategorized

MPASI buat Ambone

Udah lama aku pengen posting soal MPASI pertama buat Ambone, malah baru sekarang (setelah Ambone hampir 9 bulan!) aku baru posting.

Tapi, aku masih ingat ceritanya, seakan baru terjadi kemarin… Oke, abaikan!

Beberapa minggu sebelum hari H, aku pusing. Bukan pusing yang menyakitkan, malah bikin seneng. Lebih tepatnya, antusias soal MPASI Ambone.

Mau ngenalin apa dulu? Oats? Bubur nasi? Waktu zaman Tombo baru lahir, ada yang bilang, serealia bagus buat MPASI pertama. Ternyata, teori itu udah dibantah. Hmm…

Oke, berarti bisa pilih yang lain. Lalu, aku mulai pertimbangin, pilihan paling lumrah, paling normal, dan populer, pisang.

Masalahnya, Ambone punya masalah pencernaan. Bukan masalah, sih. Kalau anak-anak ASI, mereka kadang punya pola BAB yang variatif, antara terlalu sering (bisa 4-6x sehari) atau terlalu jarang (4 bahkan ada yang 10 hari sekali). Nah, Ambone termasuk yang kedua.

Sedangkan, pisang itu juga pilihan populer buat ngeredain diare, alias mengeraskan pup. Bahasan makanan digabung sama pup, cuma emak-emak yang bisa 🤣

Oke, aku beralih lagi. Salah satu yang tentunya jadi pertimbangan itu adalah gizi. Aku juga baru tahu, ternyata setelah 6 bulan, beberapa kandungan gizi di ASI berkurang (elaah kemana aja 8 tahun punya anak?)

Fenomena yang banyak terjadi di bayi usia di atas 6 bulan itu anemia. Karena zat besi adalah salah satu zat yang berkurang di ASI. Padahal, bukan cuma zat itu, tapi zat besi yang paling ditekankan.

Mau tahu kenapa? Tanya dokter spesialis anak aja 🤭

Yang pasti, saking pentingnya, tahun 2011 itu masih disaranin bayi 4 bulan dikasih suplemen zat besi. Sekarang, sih, dsa biasanya cek zat besi dulu, karena kebanyakan zat besi juga bikin hemosiderosis, penumpukan zat besi di organ-organ tubuh.

Jadi, daripada mesti suplemen- suplemen segala, aku pertimbangin makanan yang tinggi zat besi. Daging sapi? Kacang-kacangan?

Begini rupanya harap-harap cemas, galau-galau seneng, cemas-antusias itu, ya?

Yang pasti, aku siapin serealianya sebelum hari H, karena serealia tahan lama. Aku beli rolled oats, beras cokelat, sama barley. Katanya, makanan-makanan ini tinggi zat besi, dan rupanya banyak gizinya, seperti mineral-mineral semacamnya.

Lalu, datanglah hari H! 🥳

Saking bingungnya, aku malah jadi kurang persiapan. Nah, orang pemales itu emang rata-rata reaksi ngadepin stresnya flight (kabur). Makanya, jadi gampang males. Alesan!

Tapi, karena ASI masih yang utama, makanya makanan buat bayi disebutnya pendamping ASI, akhirnya aku putusin ngasi apa aja yang ada di kulkas.

Kebetulan, suami baru aja beli seledri impor yang batangnya guedeee banget itu. Dan dia bilang dimakan gitu aja manis.

Yang kayak gini seledrinya.

Katanya juga…

Melansir dari Medical Health Today, seledri kaya akan vitamin A, K, dan C, folat, serat makanan, zat besi, kalsium, potassium, dan lainnya. (1)

Jadi…

Jadilah, MPASI pertama Ambone, seledri impor!

Dan rasanya, itu kayak titik balik, anti-klimaks dari kebingungan dan kegalauan.

Yeeey! Mbonye udah makan MPASI pertama!


Keterangan :

Sumber foto : https://m.liputan6.com/citizen6/read/3644717/minum-jus-seledri-dengan-perut-kosong-ini-manfaatnya-bagi-tubuh-anda